Pernahkan kamu membeli sebotol air mineral di sebuah warung kaki lima? Mungkin 2000 - 3000 rupiah. Lalu pernahkah kamu membeli air mineral dengan volume yang sama di sebuah bandara? Mungkin dengan harga kisaran 10.000 rupiah. Jika membeli air mineral dihotel berbintang 5 tentunya lebih mahal lagi…
•
Yang jadi pertanyaan apakah dari segi rasa mineralnya sama ?“ Sama pastinya sama dimana dengan botol yang sama pula. . Apa yang membuat harga air dari air mineral tersebut begitu berbeda ?”…“LINGKUNGAN”. Itu adalah ilustrasi sederhana.
•
Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :“Seseorang itu diatas agama sahabatnya, maka coba perhatikanlah dengan siapa dia bersahabat dan berteman akrab.”
•
Dalam hadist lainnya Rasulullah sallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :“Perumpamaan teman duduk yang baik dan teman duduk yang buruk adalah seperti bergaul dengan tukang minyak wangi atau bergaul dengan seorang pandai besi. Adapun bergaul dengan penjual minyak wangi maka ada 3 kemungkinan yang akan terjadi :
⑴ dia menghadiahkan minyak wangi kepada dirimu
⑵ engkau membeli minyak wangi darinya lalu engkau kenakan ditubuhmu
⑶ atau jika tidak mampu dari keduanya, setidaknya kita mendapatkan aroma wangi darinya. .
•
Adapun bergaul dengan tukang pandai besi, maka :”
⑴ percikan api akan mengenaimu dan membakarnya
⑵ atau kita akan terkena bau yang tidak enak darinya. .
•
Lingkungan sangatlah penting dalam kehidupan seorang muslim, kita yang diciptakan dengan insan yang terkadang masih suka lupa akan kebaikan maka butuh sahabat dan orang-orang yang senantiasa bisa mengingatkan kita. . Jika ingin memperbaiki ke imanan dalam proses berhijrah maka bergaulah dengan sahabat yang baik. Percayalah saudaraku jika kamu sedang berhijrah, maka Allah akan dekatkan kamu dengan orang-orang baik yang merangkulmu dalam meniti jalan kebaikan…
•
Jadi jangan bosan-bosan ya saudaraku untuk saling mengingatkan dalam kebaikan. Tidak peduli kita pernah berjumpa atau tidak, bisa jadi dirimu adalah salah satu sahabat yang dipilihkan oleh Allah dalam hijrahku…
Kontribusi oleh @pejuangakhirat
Sabtu, 18 Juni 2016
KRITIK BUAT PAK IRVA (DOSEN STEI BCM)
Diposting oleh Unknown di 00.37
Semua pengajar, baik guru maupun dosen adalah orang yang harus kita hormati. Mereka dengan ikhlas mentransfer semua ilmu yang mereka miliki. Dengan gaya dan cara yang berbeda, mereka berharap sang murid bisa menyerap materi yang mereka sampaikan. Setidaknya mereka mendengarkan penjelasannya, sehingga ia merasa dihargai sebagai pengajar.
Setiap dosen di STEI BCM memiliki ciri khas yang berbeda-beda, ada yang bersikap tegas ketika mengajar, ada yang senang bercanda dan ada yang pertengahan keduanya.
Sebenarnya tidak ada maksud dalam tulisan ini untuk mengkritik Bapak, tetapi karena ini wajib di lakukan, guna memenuhi tugas yang Bapak berikan, maka dengan terpaksa akhirnya saya kerjakan juga. he..
Kritik saya untuk Bapak (ma'af ga bisa pedes pak kritiknya) yaitu cara Bapak mengajar yang terlalu cepat. Untuk saya khususnya yang masih gaptek, tempo bapak mengajar agak sulit untuk diikuti. Saya baru bisa conect ketika di rumah mengulang dan mempelajari lagi modul yang Bapak berikan, atau ketika Bapak memberikan tugas. Terus yang kedua waktu pengumpulan tugasnya kadang mepet, sedangkan kita yang bekerja sambil kuliah hanya bisa mengerjakannya disela-sela waktu libur, jadi kadang harus sedikit bergadang agar bisa on time ngumpulinnya.
Mungkin sebenarnya maksud Bapak agar kami tidak menunda-nunda tugas (iya juga sih, ada baiknya).
Sekian kritik dari saya mohon ma'af kalo ada kata-kata yang menyinggung.
Setiap dosen di STEI BCM memiliki ciri khas yang berbeda-beda, ada yang bersikap tegas ketika mengajar, ada yang senang bercanda dan ada yang pertengahan keduanya.
Sebenarnya tidak ada maksud dalam tulisan ini untuk mengkritik Bapak, tetapi karena ini wajib di lakukan, guna memenuhi tugas yang Bapak berikan, maka dengan terpaksa akhirnya saya kerjakan juga. he..
Kritik saya untuk Bapak (ma'af ga bisa pedes pak kritiknya) yaitu cara Bapak mengajar yang terlalu cepat. Untuk saya khususnya yang masih gaptek, tempo bapak mengajar agak sulit untuk diikuti. Saya baru bisa conect ketika di rumah mengulang dan mempelajari lagi modul yang Bapak berikan, atau ketika Bapak memberikan tugas. Terus yang kedua waktu pengumpulan tugasnya kadang mepet, sedangkan kita yang bekerja sambil kuliah hanya bisa mengerjakannya disela-sela waktu libur, jadi kadang harus sedikit bergadang agar bisa on time ngumpulinnya.
Mungkin sebenarnya maksud Bapak agar kami tidak menunda-nunda tugas (iya juga sih, ada baiknya).
Sekian kritik dari saya mohon ma'af kalo ada kata-kata yang menyinggung.
Jumat, 17 Juni 2016
Subscribe to:
Komentar (Atom)



